Penyakit ini merupakan tanggapan dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah badan menjadi asam urat,akan tetapi bila kadar asam urat berlebih dan ginjal tidak bisa mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, infeksi dan meradang.
Asam urat yaitu penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa masakan yang kita konsumsi.Purin sendiri yaitu zat yang terdapat dalam setiap materi masakan yang berasal dari badan makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam badan makhluk hidup terdapat zat purin ini,lalu sebab kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam badan kita.
Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin.Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel badan yang terjadi secara normal atau sebab penyakit tertentu.Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut sebab penumpukan materi purin ini.
Cara mengobati :
Bahan-bahan:
1.Satu batang kayu elok sepanjang ukuran ibu jari.
2.Lima belas gram jahe merah.
3.Lima butir kapulaga.
4.Lima gram bunga cengkih.
5.Empat lembar daun sosor bebek.
6.Enam ratus mililiter air.
1.Satu batang kayu elok sepanjang ukuran ibu jari.
2.Lima belas gram jahe merah.
3.Lima butir kapulaga.
4.Lima gram bunga cengkih.
5.Empat lembar daun sosor bebek.
6.Enam ratus mililiter air.
Cara mengolah bahan:
Cuci higienis semua materi kemudian direbus secara bersamaan dalam 600ml air, tunggu hingga airnya surut menjadi 300ml air. Kemudian saring air rebusannya,lalu minum sekaligus satu kali sehari.
Hindari mengkonsumsi Daging makhluk hidup, Kacang kedelai (termasuk hasil olahan menyerupai tempe, tahu, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge dan emping atau melinjo. Sayuran kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong atau ubi, daun pepaya, kangkung dan cabai. Krim, es krim dan kaldu atau kuah daging yang kental. Buah-buahan tertentu menyerupai durian, nanas dan air kelapa serta masakan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan memakai margarin/mentega.
Sumber http://resep-tradisional-kuno.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar