Selasa, 10 Juli 2018

Kanker Payudara_Apa Yang Harus Kita Ketahui

Menurut WHO 8-9% perempuan akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Setiap tahun lebih dari 250,000 perkara gres kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175,000 di Amerika Serikat.

Masih berdasarkan WHO, tahun 2000 diperkirakan 1,2 juta perempuan terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700,000 meninggal karenanya. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia, namun data yang terkumpul dari rumah sakit memperlihatkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertama diantara kanker lainnya pada wanita.

Kanker payudara merupakan penyebab utama maut pada perempuan jawaban kanker. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 44,000 pasien meninggal alasannya penyakit ini sedangkan di Eropa lebih dari 165,000. Setelah menjalani perawatan, sekitar 50% pasien mengalami kanker payudara stadium final dan hanya bertahan hidup 18 – 30 bulan.
Penyebab dan Faktor Resiko
Penyebab niscaya kanker payudara tidak diketahui. Meskipun demikian, riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang sanggup meningkatkan risiko pada individu tertentu, yang meliputi:
  1. Keluarga yang mempunyai riwayat penyakit serupa
  2. Usia yang makin bertambah
  3. Tidak mempunyai anak
  4. Kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun
  5. Periode menstruasi yang lebih usang (menstruasi pertama lebih awal atau
  6. menopause lebih lambat)
  7. Faktor hormonal (baik estrogen maupun androgen).
Dari faktor risiko tersebut di atas, riwayat keluarga serta usia menjadi faktor terpenting. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara meningkatkan resiko berkembangnya penyakit ini. Para peneliti juga menemukan bahwa kerusakan dua gen yaitu BRCA1 dan BRCA2 sanggup meningkatkan risiko perempuan terkena kanker hingga 85%. Hal yang menarik, faktor genetik hanya berdampak 5-10% dari terjadinya kanker payudara dan ini me nunjukkan bahwa faktor risiko lainnya memainkan peranan penting.

Pentingnya faktor usia sebagai faktor risiko diperkuat oleh data bahwa 78% kanker payudara terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 50 tahun dan hanya 6% pada pasien yang kurang dari 40 tahun. Rata-rata usia pada ketika ditemukannya kanker yaitu 64 tahun.

Studi juga mengevaluasi peranan faktor gaya hidup dalam perkembangan kanker payudara yang mencakup pestisida, konsumsi alkohol, kegemukan, asupan lemak serta kurangnya olah fisik.

Diagnosis dan Skrining
Sejumlah studi memperlihatkan bahwa deteksi kanker payudara dan serta terapi dini sanggup meningkatkan impian hidup dan memperlihatkan pilihan terapi lebih banyak pada pasien.

Diperkirakan 95% perempuan yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara sanggup bertahan hidup lebih dari lima tahun sehabis diagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan biar para perempuan menjalani ‘sadari’ (periksa payudara sendiri – ketika menstruasi) di rumah secara rutin dan menyarankan dilakukannya investigasi rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada payudara.

Pada umumnya, kanker payudara dideteksi oleh penderita sendiri dan biasanya berupa benjolan yang keras dan kecil. Pada banyak perkara benjolan ini tidak sakit, tapi beberapa perempuan mengalami kanker yang menjadikan rasa sakit.

Selain tes fisik, mamografi tahunan atau dua kali setahun dan USG khusus payudara disarankan untuk mendeteksi adanya kelainan pada perempuan berusia lanjut dan perempuan berisiko tinggi kanker payudara, sebelum terjadi kanker. Jika benjolan bisa teraba atau kelainan terdeteksi ketika mamografi, biopsi perlu dilakukan untuk mendapat referensi jaringan guna dilakukan tes di bawah mikroskop dan meneliti kemungkinan adanya tumor. Jika terdiagnosis kanker, maka perlu dilakukan serangkaian tes menyerupai status reseptor hormon pada jaringan yang terkena.

Jenis tes yang gres menyertakan juga tes gen HER2 (human epidermal growth factor receptor-2) untuk tumor. Gen ini berafiliasi dengan pertumbuhan sel kanker yang agresif. Pasien dikatakan HER2-positif jikalau pada tumor ditemukan HER2 dalam jumlah besar. Kanker dengan HER2-positif dikenal sebagai bentuk bernafsu dari kanker payudara dan mempunyai asumsi perjalan an penyakit yang lebih jelek daripada pasien dengan HER2-negatif. Diperkirakan satu dari empat hingga lima pasien dengan kanker payudara tahap final mempunyai HER2-positif.

Penatalaksanaan Kanker Payudara
Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan kanker mencakup pembedahan, kemoterapi, terapi hormon, terapi radiasi dan yang terbaru yaitu terapi imunologi (antibodi). Pengobatan ini ditujukan untuk memusnahkan kanker atau membatasi perkembangan penyakit serta menghilangkan gejala-gejalanya. Keberagaman jenis terapi ini mengharuskan terapi dilakukan secara individual.

- Pembedahan

Tumor primer biasanya dihilangkan dengan pembedahan. Prosedur pembedahan yang dilakukan pada pasien kanker payudara tergantung pada tahapan penyakit, jenis tumor, umur dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Ahli bedah sanggup mengangkat tumor (lumpectomy ), mengangkat sebagian payudara yang mengandung sel kanker atau pengangkatan seluruh payudara (mastectomy). Untuk meningkatkan impian hidup, pembedahan biasanya diikuti dengan terapi pemanis menyerupai radiasi, hormon atau kemoterapi.
- Terapi Radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan sinar-X dengan intensitas tinggi untuk membunuh sel kanker yang tidak terangkat ketika pembedahan.

- Terapi Hormon

Terapi hormonal sanggup menghambat pertumbuhan tumor yang peka hormon dan sanggup digunakan sebagai terapi pendamping sehabis pembedahan atau pada stadium akhir.

- Kemoterapi

Obat kemoterapi digunakan baik pada tahap awal ataupun tahap lanjut penyakit (tidak sanggup lagi dilakukan pembedahan). Obat kemoterapi bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan. Salah satu diantaranya yaitu Capecitabine dari Roche, obat anti kanker oral yang diaktivasi oleh enzim yang ada pada sel kanker, sehingga hanya menyerang sel kanker saja.

- Terapi Imunologik

Sekitar 15-25% tumor payudara memperlihatkan adanya protein pemicu pertumbuhan atau HER2 secara hiperbola dan untuk pasien menyerupai ini, trastuzumab , antibodi yang secara khusus dirancang untuk menyerang HER2 dan menghambat pertumbuhan tumor, bisa menjadi pilihan terapi. Pasien sebaiknya juga menjalani tes HER2 untuk memilih kelayakan terapi dengan trastuzumab.

Mengobati Pasien Pada Tahap Akhir Penyakit.

Banyak obat anti kanker yang telah diteliti untuk membantu 50% pasien yang mengalami kanker tahap final dengan tujuan memperbaiki impian hidup. Meskipun demikian, hanya sedikit yang terbukti bisa memperpanjang impian hidup pada pasien, diantaranya yaitu kombinasi trastuzumab dengan capecitabine

Fokus terapi pada kanker tahap final bersifat paliatif (mengurangi rasa sakit). Dokter berupaya untuk memperpanjang serta memperbaiki kualitas hidup pasien melalui terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi. Pada pasien kanker payudara dengan HER2-positif, trastuzumab memperlihatkan impian untuk pengobatan kanker payudara yang dipicu oleh HER2.

Semoga bermanfaat.....
Sumber http://kumpulanresepdantriku.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar